Misteri Pesawat Hantu Terbang Sendiri Part 2

Jumat, 26 Agustus 2016 - Misteri

DuniaSemu.com – Berdasarkan penemuan tim Expert National Transportation Safety Board diduga pesawat akan berakhir di South Dakota. Pasalnya setelah menghitung berdasarkan kapasitas bahan bakar yang tersedia dapat dipastikan pesawat akan kehabisan bahan bakar di sekitar wilayah Dakota. Setelah pesawat N47BA ditemukan, pesawat ini sempat terbang up and down di udara. Hal ini diperkuat oleh pernyataan kapten pilot F-16 Chriss Hamiltom. Dua pesawat jet ini menjadi saksi keberadaan N47BA yang terbang normal di udara. Pesawat terus terbang tanpa gangguan dan tak tampak kerusakan pada badan pesawat, hanya saja pesawat tanpa tuan ini menjadi hening tak ada respon dari radio komunikasi sang pilot. Begitu mendekat, Chriss Hamilton sang pesawat F-16 menyatakan bahwa kaca depan pesawat telah membeku dengan es, jendela semakin gelap dan tak terlihat dengan jelas oleh kasat mata. Menurutnya meski sudah berada dekat dengan pesawat hantu ini, ia tak bisa berbuat apa-apa. Semua tim hanya bisa melihat, menunggu, dan hanya mengamati saja.

Tim Expert National Transportation Safety Board Amerika menjadi panik

expert ntsb
Entah kapan pesawat N47BA dapat terhubung dengan cepat, kepanikan seluruh tim ATC serta tim Expert NTSB menjadi semakin memanas. Seluruh tim hanya bisa terdiam dan menunggu teka-teki alam yang akan menjawab sebuah peristiwa besar ini.

Pesawat oleng dan jatuh

pesawat oleng dan jatuh
Masih tak mau menyerah, pilot F-16 Chriss Hamilton mencoba bermanuver melintas kencang ke depan pesawat hantu, namun hasilnya tetap saja nihil. Sang pilot N47BA masih saja tak mau memberikan respon setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam lamanya kemungkinan akan berakhir di wilayah South Dakota. Dan ternyata benar mendadak pesawat N47BA oleng dan terhempas kencang jatuh ke tanah serta hilang dari radar Air Traffic control.

Investigasi pengumpulan barang bukti di lapangan

investigasi pengumpulan bukti di lapangan
Jatuhnya pesawat N47BA membuat duka amat mendalam. Keenam korban adalah Payne Stewart, tiga rekan Payne yakni Van, Bruce, dan Robert serta pilot Michael dan co-pilot Stefanny. Harapan besar untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat N47BA menjadi harapan keluarga dan seluruh warga Amerika pada saat itu. Dan beberapa hari setelah kejadian jatuhnya pesawat ini, tim investigasi dari NTSB melakukan survei ke lapangan. Mereka mulai mengumpulkan satu demi satu segala petunjuk dikumpulkan dan menelitinya guna memberikan petunjuk jawaban tepat dari peristiwa pesawat hantu ini. Berdasarkan informasi NTSB mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah tertuju dengan benda bernama CVR atau Cockpit Voice Recorder, benda berwarna orange ini telah hilang entah kemana dan terlepas dari badan pesawat terbang. Dan karena benda inilah rekaman suara kru pesawat akan terdengar denga jelas sehingga bisa menjawab semua teka-teki saat itu.

Sebelum ditemukannya CVR pesawat tim NTSB Amerika telah membuat beberapa poin penting untuk mengungkap fakta dari pesawat hantu sebelum oleng dan jatuh di wilayah South Dakota. Beberapa poin penting diantaranya adalah kondisi mesin yang masih prima, sistem kelistrikannya juga masih bekerja dengan baik. Namun setelah dilihat lebih detail kembali sepertinya pesawat mengalami autopilot dengan posisi mendaki sehingga pesawat terlihat terbang naik dan kembali turun. Dan item terakhir adalah kaca depan pesawat yang menjadi es hingga membuat seluruh jendela pesawat menjadi semakin gelap karena berkurangnya suhu udara di dalam pesawat.

CVR (Cockpit Voice Recorder) ditemukan

cockpit voice recorder
Tak lama kemudian tim NTSB menemukan CVR, mereka meneliti dan mendengarkan beberapa rekaman suara di dalam kabin pesawat. Anehnya kenyataan berkata lain, CVR yang seharusnya bisa menjawab pertanyaan selama ini ternyata hanya merekam bunyi alarm saja tanpa ada suara komunikasi kru pesawat. Kesimpulan sementara terjadi dekompresi atau penurunan tekanan udara tiba-tiba, hal ini menyebabkan oksigen berkurang. Berdasarkan fakta inilah sang investigator terus melacak awal mula peristiwa dekompresi bisa terjadi.

Terjadi hipoksia kepada penumpang

hipoksia
Saat terjadi dekompresi maka hipoksia atau berkurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normal sangat mungkin terjadi. Kondisi ini sangat berbahaya karena otak, hati, dan organ lainnya bisa rusak dengan sangat cepat ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Dan jika hal ini terus berlanjut dapat menyebabkan gangguan ingatan serta disorientasi yang dapat membawa malapetaka.

Simulasi kejadian menemukan penyebab pesawat hantu

air crash simulation
Yang menjadi pertanyaan besar tim investigasi NTSB adalah bagaimana bisa sang pilot dan co-pilot dapat kekurangan oksigen? Mengacu pada standar prosedur keselamatan pesawat terbang apabila mengalami dekompresi di dalam pesawat otomatis kru kabin akan langsung mengambil masker oksigen dan dengan cepat langsung memberitahukan penumpang untuk memakai masker oksigen. Dan berkat hasil simulasi penggunaan waktu saat kondisi dekompresi pesawat berlangsung, tim investigasi NTSB menemukan bukti baru. Sang pilot Michael dan co-pilot Stefanny ternyata tidak langsung menggunakan masker oksigen saat dekompresi dalam pesawat terjadi. Inilah yang menyebabkan gangguan hipoksia dalam hitungan 15 detik seluruh kru dan penumpang dapat tewas seketika akibat kekurangan oksigen dalam tubuh.

Warga Amerika termasuk Presiden Bill Clinton merasa kehilangan
Pesawt malang ini kehabisan bahan bakar dan jatuh menuju ke tanah sekitar 2.400 km dari tujuan semula. Peristiwa ini membuat warga Amerika hingga Presiden Bill Clinton merasa kehilangan, sang Presiden memberi penghormatan besar atas hasil temuan tim investigasi. Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh warga Amerika Serikat dam masyarakat dunia terutama dunia penerbangan.

Posting Lainnya:

Misteri Pesawat Hantu Terbang Sendiri Part 2 | DuniaSemu | 4.5