Kisah Di Balik Model Rambut Suku Di Dunia

Sabtu, 27 Agustus 2016 - Aneh & Unik

DuniaSemu.com – Berbagai trend rambut yang ada saat ini sangat banyak macamnya, namun itu semua bisa diaplikasikan pada wajah seseorang sesuai bentuk wajah dan pribadinya. Walau banyak juga yang hanya sekedar mengikuti zaman tanpa peduli cocok atau tidaknya. Bagi kamu para pria berbagai macam model potongan rambut pun bisa kamu jadikan inspirasi. Begitu juga para wanita mencari model rambut terbaru tidaklah sulit. Namun taukah kamu bahwa beberapa trend model rambut yang ada saat ini berasal dari model rambut orang pada zaman dahulu yang merubah rambutnya atas makna tertentu. Berikut kisah di balik model rambut suku-suku di dunia.

Suku Mohican dengan rambut Mohawk

Suku Mohican dengan rambut Mohawk
Isu yang paling banyak dipercaya adalah bahwa gaya rambut botak kiri dan kanan tersisa di tengah awalnya diperkenalkan oleh suku Mohican dan Mohawk di dataran Amerika Utara. Saat hendak bertempur ke medan perang para lelaki dari suku tersebut beramai-ramai mencukur habis bagian kiri dan kanan rambut mereka lalu menyisakan rambut dibagian tengahnya saja. Di zaman modern tepatnya masa perang dunia ke dua anggota 101st Airborne Division atau Screaming Eagles mengikuti paham itu. Seluruh anggota pasukan membotaki bagian rambut kiri dan kanan dan membiarkan bagian tengahnya. Berikutnya pada tahun 1976 salah satu karakter di film Taxi, Travis Bickle diperankan oleh Robert De Niro tampak bergaya model rambut Mohawk. Sebagian orang kemudian beranggapan bahwa skena Punk Rock sejatinya terinspirasi oleh Travis. Dan belakangan mengimprovisasinya sampai-sampai Mohawk akhirnya malah jadi identik dengan musik Punk.

Suku samurai kuno dengan rambut Chonmage

Suku samurai kuno dengan rambut Chonmage
Chonmage adalah tatanan rambut samurai kuno di Jepang dan kita masih bisa melihat mereka dalam program olahraga sumo dan sandiwara sejarah di televisi Jepang saat ini. Mungkin gambar tatanan rambut tersebut adalah suatu gambar yang biasa, namun tatanan rambut tersebut merupakan suatu gaya yang sangat keren dan unik pada zamannya. Menurut ahli sejarah, akar dari Chonmage adalah simpul atas Honda-mage yang aslinya dikenakan oleh samurai dari keluarga Honda di provinsi Ise selama zaman Edo dan secara bertahap menyebar ke seluruh negeri. Tatanan rambut tersebut benar-benar terkenal pada era Anei dimana terdapat banyak sekali jenis tatanan rambut Chonmage yang tersedia tergantung status sosial dan trend pada saat itu. Istilah Chonmage sendiri diambil dari simpul atas yang tipis dari kepala lelaki tua pada zaman itu. Apakah tatanan rambut sepeti itu dianggap aneh? Ternyata tidak, masyarakat Jepang sejak dahulu kala ternyata telah menggemari tatanan rambut pendek seperti itu seperti dapat dilihat dari patung-patung tanah liat dari periode Kofun. Maka ketika orang pertama kali melihat tatanan rambut model Mage, hal itu tidak dianggap terlalu aneh dan segera berbagai tipe baru dari tatanan rambut mage tersebut diciptakan sebagai bagian dari mode masa kini.

Suku Manchu dengan rambut setengah botak

Suku Manchu dengan rambut setengah botak
Bangsa Manchu adalah keluarga keturunan bangsa Yurchen yang bertempat tinggal di Manchuria. Pada awal abad 17 mereka berhasil membentuk pemerintahan di bawah pimpinan Nurhachi. Sedangkan yang dianggap sebagai kaisar pertama dari Dinasti Manchu ialah cucu Nurhachi yakni Shun Chih (1644 – 1662 Masehi). Tugas utama Shun Chih ialah memperkuat kerajaan karena masih terdapat sisa-sisa keluarga Dinasti Ming, serta munculnya pemberontakan-pemberontakan dibawah pimpinan Wu San Kuei dan Li Tsu Cheng. Namun kemudian pemberontakan-pemberontakan tersebut akhirnya terpecah. Li Tsu Cheng menggabungkan diri dengan bangsa Manchu sedangkan Wu San Kuei bergabung dengan sisa-sisa keluarga Ming yang bertahan di Hanchow, Canton, dan Foochow, walau akhirnya berhasil dihancurkan. Salah satu usaha yang dilakukan oleh Shun Chih dalam upaya memperkuat kekuasaan adalah, tiap-tiap orang Tionghoa harus berkucir sebagai tanda takluk dan untuk membedakan dengan bangsa Manchu. Penampilan pria di masa itu adalah dengan kucir panjang dan bagian depan kepala dicukur klimis. Ini dimaksudkan untuk menghormati kuda yang merupakan teman sejati Suku Manchu.

Suku Himba dengan rambut gimbal

Suku Himba dengan rambut gimbal
Suku Himba di barat laut Namibia Afrika Selatan memiliki tradisi menata rambut yang unik. Pria, wanita, dan anak-anak membuat rambut mereka menjadi gimbal dengan kepangan yang rumit dibentuk dari campuran bulu kambing, jerami, mentega, dan lumpur. Setiap hari mereka biasa menghabiskan waktu beberapa jam untuk mengepang dan berhias. Rambut gimbal ini bukan hanya untuk gaya, namun menjadi bagian dari adat. Suku Himba mempunyai aturan adat yang sangat ketat terutama untuk wanita. Seorang wanita dengan gimbal yang menggantung di wajahnya menandakan bahwa ia sudah puber sehingga harus menyembunyikan wajahnya dari para pria. Wanita Himba yang sudah menikah atau yang memiliki anak wajib mengenakan hiasan kepala yang terbuat dari kulit binatang, kalung, dan manik-manik. Wanita Himba biasa tidur di bantal kayu agar rambut mereka tidak rusak, sementara kaum pria mengepang rambut menyerupai tanduk menyembul dari bagian depan hingga belakang kepala. Anak dicukur gundul dengan tetap menyisakan kepangan gimbal di kepala.

Suku Yao potong rambut hanya sekali seumur hidup

Suku Yao potong rambut hanya sekali seumur hidup
Segelintir perempuan di Cina sengaja memanjangan rambut sebagai tradisi di desa mereka. Sebuah kelompok etnis Yao yang berada di Cina dihuni oleh banyak perempuan yang memiliki rambut yang sangat panjang. Para perempuan ini biasanya identik dengan gaun bordir merah muda dan rambut panjangnya. Desa ini bahkan telah diakui Guiness World Record sebagai desa dengan rambut terpanjang di dunia. Para perempuan di desa ini memang hanya memotong rambut satu kali dalam hidupnya dan biasanya dilakukan sebelum mereka menikah. Suku Yao sudah ada sejak 2.000 tahun lalu dan terdiri dari 600 orang serta 78 keluarga. Sebagian rambut perempuan di suku ini sampai ke pergelangan kaki mereka dan sekitar 60 orang memiliki panjang rambut lebih dari 90cm. Dan rambut terpanjang di desa ini mencapai 2 meter panjangnya. Kelompok etnis Yao telah menjaga tradisi tersebut karena menurut mereka rambut panjang perempuan Yao adalah simbol keberuntungan. Mereka juga menjaga rambut panjangnya dari uban dan tetap mengkilap, untuk itu semua perempuan mencuci rambutnya dengan air yang telah digunakan untuk membersihkan beras ketan. Setelah menikah dan melahirkan rambut mereka nantinya akan dijepit atau diikat sebagai penanda bahwa perempuan tersebut sudah menikah.

Suku Miao dengan rambut leluhur

Suku Miao dengan rambut leluhur
Walaupun tradisinya sedikit aneh, yaitu menggunakan topi dari kumpulan rambut leluhurnya dengan menggunakan tanduk sapi sebagai penyangganya, namun kita harus menghormati budaya di suku Miao di Suojia, Liupanshui, barat daya Cina ini. Mengingat di zaman sekarang ini sudah banyak perubahan terutama perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun masih ada yang di belahan dunia yang tetap memegang teguh budaya Miao. Wig dari kumpulan rambut leluhur itu dulunya digunakan oleh semua orang disana, namun sekarang ini hanya digunakan oleh kaum wanitanya saja. Yaitu digunakan hanya untuk acara-acara tertentu seperti pernikahan dan festival.

Sanggul daerah Jawa Tengah (Ukel Konde)

Sanggul daerah Jawa Tengah Ukel Konde
Sanggul tradisional jawa yang merupakan Ukel Konde ini sudah umum dipakai oleh para gadis dan orang dewasa di Indonesia khususnya di Jawa Tengah. Pada zaman dahulu bentuk sanggul ini kecil dan tepatnya agak diatas kepala. Rambut kaum wanita pada zaman dahulu selalu panjang dan pada waktu mereka akan pergi mandi atau berpergian rambutnya selalu di konde. Letaknya disebelah atas atau bagian puncak kepala dan bentuknya kecil bulat menonjol. Pada zaman Pakubuwono X hampir semua segi kebudayaan mencapai titik kesempurnaan termasuk seni tata rias rambut. Oleh karena itu bentuk sanggul tradisional pun semakin disempurnakan sehingga bentuknya kini ada yang lebih besar berbentuk bulat telur atau lonjong dan gepeng atau pipih.

Dan itulah beberapa kisah dibalik model rambut suku di dunia.

Posting Lainnya:

Kisah Di Balik Model Rambut Suku Di Dunia | DuniaSemu | 4.5